Bercita-cita Kuliah di Mesir

al-Azhar el-Syarif, Kairo, Mesir
KAIRO, MESIR. Untuk bisa masuk perguruan tinggi al-Azhar, Mesir, diwajibkan bagi semua peserta baik yang ingin beasiswa/
non beasiswa untuk mengikuti test yang diadakan oleh Depag & al-Azhar di Indonesia.Berkaitan dengan artikelku yang sudah lama aku tulis, darisana banyak kawan-kawan yang menanyakan perihal proses pendaftaran hingga ujian seleksi untuk masuk ke al-Azhar, Mesir.

1. Syarat mendaftar test ke al-Azhar, Mesir
a. Lulusan MA/MAN atau yang setara yang terakreditasi (mu`adalah) oleh al-Azhar
b. Ijazah tidak lebih dari dua tahun dari kelulusan
c. mengisi formulir administrasi yang disediakan panitia pendaftaran (tunggu aja edarannya dari Depag)
d. Lulusan S1/S2 dari jurusan Ushuluddin, Syari`ah, Dakwah, Bahasa, dan Dirasat Islamiyyah perguruan tinggi yang terakreditasi oleh Univ. al-Azhar (ini untuk yang `mau lanjutin S2/S3). Namun, realitanya sudah sangat sulit untuk akreditasi yang ingin nerusin S2/S3.

2. Info beasiswa al-Azhar, Mesir
Info beasiswa ini bisa di akses melalui situs Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (ditpertais), yaitu situs www.ditpertais.net Info ini biasanya diedarkan mulai  bulan Mei-Juni tiap tahunnya. Dan pendaftaran bisa dilakukan melalui via online (sesuai dengan arahan situs). Nah, setelah mendaftar via online, maka akan ada pemberitahuan untuk proses pemberkasan selanjutnya.


3. Test Masuk
A. Test
Adapun untuk test itu sendiri ada dua tahapan:
a. Test tahap pertama
Test tahap pertama ini biasaya diadakan di PTAI yang dirujuk oleh Depag. Dan pengujinya pun masih lokal,
artinya yang nguji di tahap pertama ini adalah alumnus al-Azhar. Adapun untuk materi test antara tahap satu dan dua cenderung sama (keterangan dibawah lebih lanjutnya).

Semisal PTAI yang ditunjuk ketika tahap awal test tahun 2012 lalu adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Alauddin Makassar, IAIN Antasari Banjarmasin, IAIN Jambi, dan IAIN Sunan Ampel Surabaya. Jika nama kita telah keluar lulus di tahap pertama kita bisa mendaftarkan diri ke al-Azhar dengan membawa surat keterangan lulus test (ini menjadi non beasiswa).

Dan jika masih berminat untuk memperoleh beasiswa, maka ikuti lagi test seleksi tahap dua.
b. Test  tahap  kedua
Test tahap kedua ini adalah test penentuan untuk dapat beasiswa atau tidaknya. Nah, dalam tahap kedua ini para peserta yang lulus test pertama harus ke jakarta, Depag. karena, test diadakan disana.Test ini materinya modelnya sama. Tapi, yang beda hanya tingkat kesulitannya saja. karena, yang ngetest langsung delegasi Univ. al-Azhar, Mesir. Sehingga, disnilah terjadinya persaingan ketat dan benar-benar perjuangan.

B. Materi test
Materi test antara tahap pertama dan kedua modelnya sama. Sekali lagi hanya beda penguji saja.
Adapun materi test ini ada dua macam, sbb:
a. Lisan
-Takhfiz minimal 3 juz awal & juz 30
-Percakapan bahasa arab
-hazanah keilmuan, hususnya ilmu agama
b. Tulis
-Membuat narasi berbahasa arab (biasanya tema sudah ditentukan, tinggal milih saja)

4. Perbedaan Beasiswa dan Non Beasiswa
a. Persamaan
Setelah lulus baik ditahap pertama (untuk non beasiswa) ataupun yang dilanjutkan ke tahap kedua (namun tidak masuk pada kategori nominasi yang memperoleh beasiswa), boleh mendaftarkan dan melanjutkan pemberkasan untuk bisa studi di Mesir. Pemberkasan ini di Indonesia bisa ditangani oleh pribadi (namun rada ribet), broker atau mediator atau oleh Ikatan Alumni Azhar Indonesia (IAAI). Dan keduanya ketika sudah pemberkasan dan mendaftar ke Mesir dan diterima oleh Al-Azhar, maka sama-sama memiliki kesempatan kuliah dengan biaya yang telah dibebaskan oleh kampus.
b. Perbedaan
Jika yang mendapat beasiswa itu mendapat tiket gratis berangkat ke Mesir (namun biasanya lama bagi penerima beasiswa untuk menunggu visa keluar dari Mesir), masuk asrama mahasiswa, mendapat uang saku perbulan dan jika tidak keluar dari asrama bisa mendapat tiket pulang ketika telah usai studi. Namun, jika yang non beasiswa dia tidak dapat tiket gratis ke Mesir, gak langsung tinggal di asrama mahasiswa (melainkan ngontrak dengan biaya pribadi tentunya untuk bayar rumah). Namun, jangan berkecil hati; jika belajar rajin dan nilai di tingkat pertama bagus, maka bisa mendaftarkan beasiswa di lembaga yang tersedia (banyak ,lho!). Asal belajar aja yang rajin. Dan jika non beasiswa mendaftar beasiswa setelah di Mesir juga ada yang menawakan tiket pulang, lho. Sante saja.

4. Fakultas yang tersedia untuk beasiswa
a. Fakultas Sastra dan Bahasa
b. Fakultas Syari`ah
c. fakultas Ushuluddin
d. fakultas Dirasah Islamiyyah
e. fakultas Dakwah

5. Biaya hidup
Biaya hidup disini bervariatif. Untuk pelajar laki-laki, minimal ada yang sebulan Rp. 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Ini sudah bisa untuk bayar kos-kosan (bagi yang nonbeasiswa) dan biaya makan sebulan.

Namun, kembali lagi semuanya tergantung individunya. Dan untuk biya hidup di Mesir tentunya sekarang sudah mulai naik setelah adanya revolusi Mesir. Segala bahan pokok dan transportasi naik.
 Dan tak jarang dari mahasiswa kita yang berani berkeluarga disini, sesama mahasiswa Indonesia. "Keajiban di Mesir ini adalah mereka berani menikah walau hanya dengan bermodalkan beasiswa yang pas-pasan", kata Kang Abik, sutradara serta penulis best seller  yang juga alumni al-Azhar el-Syarif.

6. Tips-tips Lulus Ujian
a. Optimis
Optimis ini tentunya setelah usaha sepenuh hati. Kenapa optimis saya dahulukan? Karena dengan kita optimis mampu dan bisa, kita telah menerapkan pada otak bawah sadar kita untuk berusaha ikhlas tanpa batas untuk menggapai semua impian dan cita-cita kita. Ini sangat saya rasakan sendiri. :)

b. Hafalkan al-Qur`an dan muroja`ah.
Indah sekali bagi mereka yang sudah hafal al-Qur`an. Karena al-Qur`an itu akan menjadi penolong baginya baik di dunia maupun di akhirat, jelas. Di dunia dia bisa dijamin kehidupannya oleh Allah SWT., bukti nyatanya saja banyak lembaga yang mensyaratkan beasiswanya dengan hafal al-Qur`an. Ini tinjau dari materi, namun disampin materi ada yang lebih dahsyat menurut saya, yaitu mereka yang sudah hafal di Indonesia akan lebih kuat hafalan dan ingatannya. Sehingga, mereka disini tinggal menambah hafalannya kepada para masyayikh untuk hafal al-Qur`an dengan qira`at, baik qira`at sab`ah (tujuh) maupun `asyrah (sepuluh) kubra atau shughra. Dan, untuk ahli qiraah itu sendiri terbilang di Indonesia sebagai hal yang langka.

Jika belum hafal berusahalah untuk menghafal sebanyak mungkin selagi masih di Indonesia dan muroja`ahlah.
Tujuan memperbanyak hafalan itu sendiri adalah tidak lain untuk memberikan peluang lain ketika di Mesir untuk kegiatan lain, karena hafalan kita sudah banyak. Sehingga kita hanya tinggal menghafal sedikit lagi untuk bisa sampai hafiz al-Qur`an.

Kalo masalah jaminan akhirat bagi para hafiz al-Qur`an itu sangat banyak. Diantaranya, hafiz akan menghadiahkan mahkota kepada orangtuanya di akhirat kelak. Semoga, kita tergolong yang akan menghadiahkannya, aamiin.

c. Belajar dan Sering Baca Bahasa Arab
Belajar disini ditekankan kepada grammer dan penambahan kosakata. Sehingga, kita mampu mengaplikasikannya dengan mudah dan indah. Semakin banyak kosakata yang dimiliki, maka semakin mudah dalam ujian dan sebagainya. kan, mau hidup di negeri Arab, seribu menara.
Walau bahasa arabnya digalakkan, jangan lupakan juga belajar bahasa asing lain, misal bahasa inggris. :)

d. Do`a
Do`a mohon pertolongan Allah SWT., orangtua, dan guru kita. Nah, do`a yang biasa saya bawa setiap doa adalah, "Allahumma ij`alna waman ma`ana minannajihin". Bikin orang tua bahagia sebelum dan berangkat dan selamanya. Karena, kebahagiaan mereka merupakan do`a untuk kita. Dan, tangan Allah SWT. di dunia ini adalah orang tua, khususnya ibu kita.

Ini semuanya untuk yang ingin kuliah S1 & S2. Namun, untuk S2 tahun-tahun ini sangat sulit sekali untuk menembus akreditasi Al-Azhar. Sehingga, tak jarang kawan yang sudah usai S1 di Indonesia kadang masuk S1 lagi, karena hanya ngin kuiah di Al-Azhar. Al-Azhar, oh, Al-Azhar.



7. Biaya Berangkat ke Mesir
Bagi yang non beasiswa tentu akan bertanya-tanya berapa biaya pemberangkatan yang diurus oleh mediator?
Biaya yang dipatok oleh mediator tiap tahunnya bervariatif. Namun, untuk tahun 2012 kemarin paling mahal adalah untuk tiket dan pengurusan berkas maksimal 11,5 juta rupiah. Namun, ada juga yang menawarkan sampai 9 juta. Jadi jangan mau diatas 12, yah! Klo ada, laporin aja ke pihak IAAI.

Pesenku:
1. Semangat dengan niat ikhlas karena Allah SWT.
2. Siapkan perbekalan lahir batin
3. Sabar tingkat tinggi, kalo bisa sepeti sabarnya para ulul azmi, dah. Karena, sebelum dan ketika di Mesir kita akan harus banyak sabarnya.
4. Jangan minder, pesimis dan jadilah orang yang dinamis dalam kebaikan. Jangan jadi anak manja,hehe. Karena, di Mesir gak ada kata manja!

Semoga sekelumit artikel ini bisa membantu kawan-kawan yang ingin belajar di Negri Kinanah, Negrinya para Nabi, Kairo, Mesir.

Saya tunggu kalian di Kairo, Mesir ini, yah! Ayukk,, ikhlas dan berbuatlah sebanyak mungkin untuk menyiapkan perbekalan. Sehingga, kalian akan menjadi calon mahasiswa al-Azhar el-Syarif yang berkualitas!

Source : Here

27 comments:

  1. Syukron Atas Informasinya Akhi....kalau boleh tanya , kalau di mesir bulan Ramadhon libur juga yaa kaya di Indonesia ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo boleh jawab, di Mesir libur musim panas selama 3 bulan. dimulai dari juli - september. dan musim dingin 2 minggu sekitar akhir januari - awal februari. . kalo bulan puasa jatuh di luar waktu libur tersebut, KBM tetep berjalan. . .

      Delete
  2. kabar2nya tahun 2014 untuk ujian yg valid kapan ya????

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk informasi tes seleksi tahun akademik silakan berkunjung ke sini www.ikpmamesir.com/2014/04/informasi-tes-seleksi-mahasiswa-baru.html

      Delete
  3. trus untuk yg tahun 2014 gmana infoxa kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk informasi tes seleksi tahun akademik silakan berkunjung ke sini www.ikpmamesir.com/2014/04/informasi-tes-seleksi-mahasiswa-baru.html atau kik di nama saya. .

      Delete
  4. Kalau untuk S2, jurusan S1 nya harus salah satu diantara 5 itu? Kalau eksak/pendidikan tak bisa ya?

    ReplyDelete
  5. Salah satu syarat ke Azhar itu harus punya ijazah MA/MAN atau lembaga yang mu'adalah. Saya kelas XI di SMA Terpadu Ar-Risalah Ciamis, yaitu SMA boarding (Pesantren) yang belum mu'adalah. Ada kesempatan ?

    ReplyDelete
  6. Kalau cuman lulusan SMK apa benar benar tdak bisa melanjutkan kuliah disana ?
    Tolong jawabannya

    ReplyDelete
  7. faiqoh bilik irvilastJuly 29, 2014 at 12:31 AM

    kak klo d'indonesia ada kursusan buat persiapan test msuk k'kairo ada ngga ya?...

    ReplyDelete
  8. kalo' yang smk negeri gimana kak?

    ReplyDelete
  9. jurusan teknik gimana kak? kalau otomotif gimana?

    ReplyDelete
  10. Untuk jurusan ilmu kesehatan gmn kak ? Proses dan tesnya apa berbeda ?

    ReplyDelete
  11. Pengen banget ngelanjutin s2 farmasi di kairo .. Tapi gak ngerti persyaratan untuk belajar ke luar negri dengan detail.

    ReplyDelete
  12. Toling dong,yang smk benelar benar dilarang banget iya?
    Walaupun hafal alquran bagus,bahasa arab dan bahasa inggrisnya bagus,tetap tidak bisa iya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya allah bisa... Daftar aja di web nya... Diktis.kemenag.go.id pilih menu seleksi timur tengah lalu daftar

      Delete
  13. Assalamu'alaikum,
    jika sudah hafal qur'an 30 juz apa langsung dpt beasiswa untuk ke al azhar?

    ReplyDelete
  14. Untuk masuk Al-Azhar harus lulusan Madrasah Aliyah ya?

    ReplyDelete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. Akhi mau nanya. Kalau mau masuk ke Al-Azhar hafalan 3 juz nah 3 juz nya kita pilih sendiri atau ditentuin dari sananya??

    Syukron

    ReplyDelete
  17. syukron ya akhi... atas informasinya, lianna ana uridu ila hunaka....

    ReplyDelete
  18. ya akhi, ana as'al,
    apa bisa orang yang sudah hafal al quran 30 juz mrndapat beasiswa gratis????

    ReplyDelete
  19. assalamualaikum akhi ana bentar lagi lulus sekolah tapi lulusan smk negri apa bisa mendaptar di al ahzar dan insha allah ana juga sambil masantren,apa bisa kuliah di sana,ana ingin banget kuliah di sana

    ReplyDelete
  20. Assalamu'alaikum
    Saya mau tanya
    Kalau dari lulusan S1 dari universitas negeri medan kiraw bs gk ya lanjut s2 di al azhar?
    Saya pngn bgt kuliah disana, namun melihat persyaratannya harus dari UIN dan setara dngnnya.
    skrg saya sdh semester 5 sdh terkanjur masuk PTN jd gimana ya solusinya akhi?

    ReplyDelete